Diberi kecantikan, Engkau pamer-pamerkan. Salahkah jika Allah merubah wajahmu?

Ketika Allah memberikan kepada kita berupa kecantikan wajah, sering kali bahkan setiap waktu orang (terutama yang mempunyai penyakit dihatinya) memuji kecantikan kita. bisa jadi pujian tersebut dilayangkan dengan kata-kata, gerakan dan sebagainya, bahkan dari lawan jenis. tetapi sering kita tidak menyadarinya.

"Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupa dan tubuh kamu dan tidak pada harta kamu, tetapi Allah memandang hati dan amal kamu" (HR.Muslim).

Perlu kita ketahui bahwa salah satu kelemahan seorang Laki-laki ada pada Matanya. mata akan menggerakkan hati, kemudian hati, melanjutkan ke otak, otak menyuruh ke perbuatan.

Hanya sedikit kaum laki-laki yang berusaha menjaga pandangannya.

Jika kita tahu kelemahan kaum laki-laki ini , maka alangkah baiknya jika kita menghormatinya, membantu mereka meringankan bebannya.
Diberi wajah yang cantik merupakan salah satu cobaan berat bagi kita.

Bukankah kecantikan kita hanya bagi suami kita saja? bukan bagi orang lain.

… Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). …… (QS 4:34)

Bukankah kecantikan kita ini didapat gratis dari Allah? tanpa harus memesan lebih dahulu, tanpa harus membayar, dan tanpa ada campur tangan dari siapapun.

Mudah bagi Allah untuk membuat atau merubah bentuk wajah kita jika Allah menghendaki. mungkin lewat kecelakaan, mungkin lewat sengatan binatang, atau lewat apapun.

Sudah sepantasnya kita selalu mensyukuri nikmat ini dengan cara : berjalan dengan hormat, sopan dan tegas, tidak bermanja-manja dalam berkata-kata dan menundukkan pandangan.

"Janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu)……" - Al-Ahzab:32

"Dan janganlah menghentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." - An-Nur:31

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya," - An-Nur : 31

Sumber: http://um412ok.multiply.com

10 Karakter Tiang Penyangga Peradaban Dunia Islam

Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah :

1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.

Catatan:
* 10 karakter Muslim/Muslimah sejati ini dirumuskan oleh Hasan Al Banna
* di ambil dari http://abinummi.blogspot.com/ (maaf tanpa izin)